Kebebasan Beragama?

Benarkah Gereja Roman Katolik mengajar umatnya dan orang lain yang belum atau tidak pernah mengenali Yesus bahawa mereka bebas memilih agama yang mereka suka? Sejak bilakah Gereja mengubah Hukum Allah?

Apakah ajaran rasmi Gereja Roman Katolik (Vatican II):

728 Man has the right to act in conscience and in freedom so as personally to make moral decisions. ‘He must not be forced to act contrary to his conscience. Nor must he be prevented from acting according to his conscience, especially in religious matters. Dipetik daripada Cathecism of the Catholic Church (Editor Geoffrey Chapman) 1994 m/s 397 yang ditandatangani oleh Paus Yohannes Paulus II (11 Okt 1992).

Tetapi ajaran ini bertentangan dengan ajaran Gereja sebelum Konsili Vatican II, malah ia dianggap sebagai ajaran sesat (heresy) :

All have the right of religious liberty is heresy. Pope Pius IX, D.1690,99 Enchiridion Symbolorum, “The Sources of Catholic Dogma,” edited by Fr. Henry Densinger, B. Herder Book Co., Imprimatur, 1955

Kenapakah ini berlaku? Saya tidak dapat menjawab persoalan ini pada masa sekarang. Tetapi kita teruskan dengan Firman Allah, petikan Alkitab BM iaitu:

Jangan sembah tuhan-tuhan lain; sembahlah Aku sahaja. (Keluaran 20:3 dan diulang dalam Ulangan 5:7).

Sungguh jelas dalam Firman Allah bahawa kita tidak bebas memilih tuhan lain yang kita suka. Ini bermakna Tuhan tidak pernah memberikan kita kebebasan untuk menyembah tuhan lain selain Tuhan yang benar seperti yang diajar oleh Gereja Roman Katolik. Selain agama Kristian iaitu agama yang diperkenalkan oleh Yesus sendiri, agama-agama lain didirikan atas usaha manusia. Persoalannya sekarang: antara agama-agama yang banyak disebarkan di seluruh dunia, yang mana satu harus menjadi pilihan kita? Melalui agama yang kita anuti atau percaya, kita diajar jalan suci yang membawa kita kepada Allah yang esa.

Mungkin ada di antara kita yang tidak bersetuju dengan catatan saya ini kerana berpendapat bahawa perkataan ‘agama’ tidak penting dan perkataan ‘agama’ hanyalah suatu ‘ciptaan’ manusia. Ada juga yang berpendapat bahawa menganuti sesuatu agama adalah tidak penting tetapi yang lebih penting ialah mempunyai iman akan Allah yang benar. Sejauh manakah alasan ini benar? Daripada petikan Alkitab BM:

“Aku juga harus memimpin mereka supaya mengenal ajaran benar yang diajarkan oleh agama kita.” (Titus 1:1).

Apakah maksud Titus apabila beliau menyebut “agama kita” dalam ayat tadi? Tentu sekali ia merujuk kepada agama Kristian yang diperkenalkan oleh Yesus Kristus. Perkataan ‘agama’ juga boleh merujuk kepada ‘pintu’.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba”. (Yoh 10:1-2)

Di mana atau mana satukah pintu yang dimaksudkan oleh Yesus? Tidak lain dan tidak bukan, Yesus sendirilah merupakan Pintu yang menuju kepada Bapa, Allah yang benar, dan yang menjadi keselamatan kita. Tidak ada pintu lain selain pintu yang dimaksudkan oleh Yesus. Tidak dinyatakan ada banyak pintu tetapi cuma ada satu pintu sahaja kerana Yesua ada seorang sahaja kerana Tuhan itu esa.

Kesimpulannya ialah Gereja tidak diperbolehkan mengajar bahawa setiap orang yang lahir di dunia ini bebas untuk memilih mana-mana tuhan (agama mahupun pintu) mengikut ‘kesukaan’ hatinya. Jelas sekali ajaran Yesus yang terakhir:

“Pergilah kepada semua bangsa di seluruh dunia dan jadikanlah mereka pengikut-Ku. Baptislah mereka dengan menyebut nama Bapa, Anak, dan Roh Allah (Kudus).” (Matius 28:19)

Untuk dibaptis dan mengikut Yesus, seseorang harus menganuti agama Kristian. Sebagai manusia ciptaan Tuhan, kita tidak mempunyai hak untuk menyembah tuhan-tuhan lain. Hanya Allah, Tuhan kita yang berhak disembah. Tidak ada jalan lain selain memasuki Pintu yang disediakan sendiri oleh Yesus Kristus, Juruselamat manusia.

Segala pujian kepada Raja Yesus.


  1. Daniel

    Maaf, tapi kamu jelas sekali men-salah artikan ajaran Konsili Vatikan II.

    Konsili Vatikan II hanya mengakui hak sipil dalam kebebasan beragama, artinya pemerintah atau institusi apapun tidak boleh memaksa orang untuk memeluk agama bertentangan dengan hati nuraninya.

    Tetapi manusia secara moral punya kewajiban untuk mencari tahu tentang agama yang benar dan memeluknya.

    Inilah ajaran Konsili Vatikan II
    Dignitatis Humanae art 1 (dikutip sebahagian sahaja)
    First, the council professes its belief that God Himself has made known to mankind the way in which men are to serve Him, and thus be saved in Christ and come to blessedness. We believe that this one true religion subsists in the Catholic and Apostolic Church, to which the Lord Jesus committed the duty of spreading it abroad among all men. Thus He spoke to the Apostles: “Go, therefore, and make disciples of all nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit, teaching them to observe all things whatsoever I have enjoined upon you” (Matt. 28: 19-20). On their part, all men are bound to seek the truth, especially in what concerns God and His Church, and to embrace the truth they come to know, and to hold fast to it.

    Dan selanjutanya mengenai kutipan dari Katekismus, Anda mengutip
    728 Man has the right to act in conscience and in freedom so as personally to make moral decisions. ‘He must not be forced to act contrary to his conscience. Nor must he be prevented from acting according to his conscience, especially in religious matters. Dipetik daripada Cathecism of the Catholic Church (Editor Geoffrey Chapman) 1994 m/s 397 yang ditandatangani oleh Paus Yohannes Paulus II (11 Okt 1992).

    Anda salah menuliskan nomor seharusnya bukan 728 tetapi 1782. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah orang tidak boleh dipaksa untuk mengikuti keputusan yang bertentangan dengan hati nuraninya.

    Contoh kalau tetangga kita ingin meninggalkan agama Katolik dan masuk agama lain, maka kita tidak boleh memaksa dia untuk tetap menjadi Katolik dengan cara-cara kekerasan misalnya.

    Atau negara (pemerintah) tidak boleh memaksa warga negaranya untuk memeluk suatu agama tertentu (termasuk agama Katolik).

    Tetapi tidak pernah berarti bahwa orang secara moral bebas memilih agama yang disukainya. Secara moral orang wajib menyembah Allah menurut cara yang dikehendaki oleh Allah saja. Inilah yang dikatakan oleh Katekismus Gereja Katolik (yang disahkan oleh Paus Yohanes Paulus II)
    2104 “All men are bound to seek the truth, especially in what concerns God and his Church, and to embrace it and hold on to it as they come to know it.”This duty derives from “the very dignity of the human person.” It does not contradict a “sincere respect” for different religions which frequently “reflect a ray of that truth which enlightens all men,” nor the requirement of charity, which urges Christians “to treat with love, prudence and patience those who are in error or ignorance with regard to the faith.”

    2105 The duty of offering God genuine worship concerns man both individually and socially. This is “the traditional Catholic teaching on the moral duty of individuals and societies toward the true religion and the one Church of Christ.” By constantly evangelizing men, the Church works toward enabling them “to infuse the Christian spirit into the mentality and mores, laws and structures of the communities in which [they] live.” The social duty of Christians is to respect and awaken in each man the love of the true and the good. It requires them to make known the worship of the one true religion which subsists in the Catholic and apostolic Church. Christians are called to be the light of the world. Thus, the Church shows forth the kingship of Christ over all creation and in particular over human societies.

    2106 “Nobody may be forced to act against his convictions, nor is anyone to be restrained from acting in accordance with his conscience in religious matters in private or in public, alone or in association with others, within due limits.”This right is based on the very nature of the human person, whose dignity enables him freely to assent to the divine truth which transcends the temporal order. For this reason it “continues to exist even in those who do not live up to their obligation of seeking the truth and adhering to it.”

    2107 “If because of the circumstances of a particular people special civil recognition is given to one religious community in the constitutional organization of a state, the right of all citizens and religious communities to religious freedom must be recognized and respected as well.”

    2108 The right to religious liberty is neither a moral license to adhere to error, nor a supposed right to error, but rather a natural right of the human person to civil liberty, i.e., immunity, within just limits, from external constraint in religious matters by political authorities. This natural right ought to be acknowledged in the juridical order of society in such a way that it constitutes a civil right

    Nah kebebasan beragama yang di-condem sebagai heresy oleh Beato Pius IX adalah dalam arti “orang secara moral bebas memilih agama yang disukainya” dan ini juga selalu ditentang oleh Vatikan II, dan Vatikan II sendiri selalu menekankan bahwa orang wajib mencari tahu kebenaran mengenai Allah dan Gereja-Nya, untuk berpegang pada kebenaran dan memeluknya (Dignitatis Humanae art 1).

    Vatikan II tidak pernah mengubah ajaran Gereja, ia setia kepada Konsili-konsili sebelumnya dan kepada Tradisi Apostolik (Lumen Gentium art 1)

  2. author

    Ajaran Konsili Vatican II sungguh jelas. Gereja Roman Katolik TIDAK PERNAH dan tidak diperbolehkan memaksa sesiapa pun memeluk agama Kristian. Sebelum Vatican II, Gereja secara konsisten mengajar umatnya bahawa KEBEBASAN BERAGAMA adalah SALAH kerana ia dengan jelas menyimpang jauh daripada KEBENARAN. Manusia diwajibkan mencari KEBENARAN dan memeluk atau menerima kebenaran itu.

    Anda tersilap apabila membangkit isu ‘paksaan dalam agama’? Tidak ada sesiapa yang dipaksa memeluk agama Kristian tetapi fikirkanlah secara mendalam: Adakah Allah tidak berhak menentukan agama umat ciptaan-Nya? Adakah KEPALSUAN (Error) juga mempunyai hak yang sama dengan TRUTH (Kebenaran)? Adakah Allah silap apabila memberikan 10 Hukum Allah kepada Musa? Adakah Allah tidak menghormati hak sipil umatnya?

    Apakah kebebasan (freedom)? Fahaman mana yang benar: “manusia bebas memilih agamanya” atau “manusia itu mendapat kebebasan (freedom) kerana memeluk agama yang benar”? Tuhan Yesus berkata: Kebenaran akan membebaskan kalian. [Yohanes 8:32]. Tiada siapa yang mendapat kebebasan selagi belum menemukan kebenaran. Adakah anda mahu mengubah ajaran ini?

    Konsep ‘kebebasan beragama’ merupakan ajaran baru, hanya wujud selepas Konsili Vatican II. Perlu ditekankan di sini bahawa hanya ada satu kebenaran. Hanya Gereja Roman Katolik yang mengajar doktrin dan dogma yang BENAR. Mari kita lihat definisi IMAN : Iman ialah penerimaan penuh segala kebenaran yang didedahkan oleh Allah kepada manusia seperti mana ia diajar oleh Gereja. Sebagai umat Kristian, kita percaya bahawa agama Kristian adalah agama yang benar dan Gereja yang benar ialah Gereja Roman Katolik. Kita yakin akan hal ini 100%. Sebab itu, Gereja mengajar bahawa Allah tidak pernah membenarkan umat ciptaannya menyembah allah lain. Adakah anda mahu mempertahankan hak sipil seorang manusia yang mahu menyembah Iblis aka Syaitan sebagai tuhannya? Jawablah soalan ini dengan jujur dan dalam kebenaran.

    Mana mungkin Gereja mengajar dengan yakin bahawa “manusia bebas beragama” dan kemudian menarik balik ajarannya dengan berkata bahawa manusia tidak bebas memeluk agama yang disukainya? Ini satu kontradiksi yang hebat dan amat mengelirukan. Ajaran Gereja sebelum Vatican II amat jelas (sejak 2000 tahun yang lalu): MANUSIA TIDAK BEBAS BERAGAMA DAN WAJIB MENYEMBAH ALLAH YANG BENAR SAHAJA sedangkan Konsili Vatican II pula mengajar sejak tahun 1970an bahawa (saya petik daripada kenyataan anda): MANUSIA BEBAS BERAGAMA TETAPI TIDAK PERNAH BERARTI BAHWA ORANG SECARA MORAL BEBAS MEMILIH AGAMA YANG DISUKAINYA. SECARA MORAL ORANG WAJIB MENYEMBAH ALLAH MENURUT CARA YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH SAJA. Antara dua ajaran (doktrin) ini: yang manakah satukah BENAR? Dari mana datangnya ‘MORAL’ yang anda maksudkan? Bukankah anda baru sahaja mengatakan bahawa MANUSIA BEBAS BERAGAMA TETAPI PADA MASA YANG SAMA BERKATA BAHAWA SECARA MORAL MANUSIA TIDAK BEBAS BERAGAMA?

    Bukan semudah itu kita berkata MANUSIA BEBAS BERAGAMA tetapi pada masa yang sama menidakkannya atas alasan MORAL semata-mata! Diingatkan di sini bahawa Vatican II telah merosakkan kesatuan NEGARA DENGAN AGAMA (state and religion). Pre-Vatican II mengatakan dengan jelas bahawa STATE DAN RELIGION adalah satu entiti tetapi Vatican II mengatakan bahawa STATE dengan RELIGION HARUS DIPISAHKAN! Susulan daripada fahaman ini maka lahirlah ajaran baru bahawa manusia bebas beragama. Sebab itulah maka negara-negara yang asalnya Negara Katolik telah membenarkan tokong, kuil dan masjid dibina di merata-rata tempat selaras dengan ajaran Konsili Vatican II.

    Saya juga mahu menarik perhatian anda, saya petik dari respon anda:

    We believe that this one true religion subsists in the Catholic and Apostolic Church, to which the Lord Jesus committed the duty of spreading it abroad among all men. [Dignitatis Humanae, art 1]

    Ayat ini berbau heretical kerana ia mengatakan bahawa “one true religion subsists in the Catholic and Apostolic Church”. Kebenarannya ialah The Catholic Church IS the true religion. The true religion IS the Catholic Church. Silalah merujuk makna ‘subsist’ dalam kamus English anda sendiri. Anda tentu akan terkejut!

    Sekali lagi saya merujuk kepada kenyataan anda sendiri: “Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah orang tidak boleh dipaksa untuk mengikuti keputusan yang bertentangan dengan hati nuraninya.” Apakah maksud ‘hati nurani’ atau ‘suara hati’ atau ‘conscience’? Adakah ‘hati nurani’ mengatasi Firman Allah / Kebenaran? Seseorang manusia hanya boleh bertindak mengikut hati nalurinya jika hati nalurinya dipimpin oleh kebenaran atau Firman Allah. Ingat, Iblis juga boleh bersuara dalam hati nurani manusia! Ajaran anda boleh menyesatkan banyak orang terutama yang belum mengenali Yesus.

    Akhir kata: There are many ERRORS but ONE TRUTH. The TRUTH can only be found in the Catholic Church.

    Terpujilah Kristus Yesus, Raja segala raja.

  3. Tuhan memberikan kita kebebasan beragama kerana tidak memaksa kita dan itu adalah kebebasan kita.Itu adalah hak asasi manusia.Kita cuma diberi kebebasan untuk berfikir “mana satu yang harus saya ikut?”.ddlm katolik,Vatican menukar pernyataan ini adalah untuk tujuan menghormati hak seorang manusia dan terpulang kepada kita untuk menilainya sendiri.kamu memang tidak memahami ajaran kosili Vatikan dan ajaran kamu sama sekali tidak ada kena mengena dengan maksud kebenaran.

  4. Sdr/i Waterfall,
    Saya merasakan sdr/i beragama Roman Katolik. Di manakah dalam ajaran Alkitab mahupun dalam ajaran Gereja sebelum Vatican II yang mengajar manusia bebas berdosa? Memeluk agama lain selain Katolik merupakan pelanggaran Hukum Sepuluh yang pertama. Adakah manusia BERHAK berbuat dosa? Adakah Iblis juga berhak menolak Tuhan Tritunggal Mahakudus?

    Tuhan tidak memaksa sesiapa tetapi Tuhan juga tidak memberikan sebarang hak untuk manusia menolak Diri-Nya. Tidak berhak menyembah tuhan palsu tidak bermakna manusia dipaksa. Jika anda mahu meninggalkan Yesus Kristus, anda masih dapat berbuat demikian. Tetapi jika ada manusia yang mahu melompatkan dirinya ke bawah dari tingkat 25, maka adakah dia berhak berbuat demikian? Jika ada manusia yang mahu menjahanamkan jiwanya, adakah dia berhak berbuat demikian juga?

    Saya tidak pernah mempersoalkan kebebasan berfikir. Kebebasan berfikir tidak sama dengan kebebasan beragama. Sememangnya kita memeluk agama Katolik bukan kerana emosi atau perasaan tetapi atas daya intelek (akal fikiran).

    Kebenaran tidak diperbolehkan berubah. Begitu juga dengan ajaran, doktrin dan dogma Katolik tidak diperbolehkan berubah. Gereja juga tidak diperbolehkan berubah. Gereja hanya diberi kuasa menyebarkan kebenaran yang Dia terima daripada Tuhan. Kebebasan beragama adalah doktrin baru, ciptaan Vatican II yang bertentangan dengan ajaran Tradisi Suci dan Alkitab.

    Jika kita megah bercakap tentang Hak Manusia, bagaimana pula Hak Tuhan? Kenapa kamu mengatakan saya tidak memahami ajaran Vatican II? Adakah kamu sudah memahami ajaran Gereja Roman Katolik? Kebenaran yang saya katakan di sini bukan ajaran saya tetapi ajaran Gereja Roman Katolik. Terpulang kepada anda untuk menerimanya atau tidak kerana anda ‘bebas’ untuk berbuat demikian. Jika anda tersilap membuat pilihan, ada akan kehilangan jiwa anda.

    Deo gratias.

  5. san

    Kebebasan agama adalah diperlukan untuk menghormati hak asasi manusia itu sendiri.Peribadi atau hati nuraini hati seseorang.

    itulah sebabnya geraja katolik mempunyai satu proses yang dipanggil “Kristianisasi” dan ini berlangsung selama satu tahun.Jika dia belum lagi faham atau tidak terbuka untuk menerima katolik , maka kebebasan untuk dia harus diberikan .

    P/S: Ada orang yang 5 tahun belajar katolik,baru faham apa itu katolik.Kalau setakat 1 atau 2 tahun,mungkin itu baru satu proses untuk membiasakan diri dengan katolik dan tradisinya..

    Respon Pengarang:
    Saya amat meragui bahawa sdr/i telah membaca dan menghayati artikel ini dengan sepenuhnya. Adakah ajaran Gereja sebelum Vatican II suatu kesilapan? Adakah dokumen rasmi Gereja, Pope Pius IX, D.1690,99 Enchiridion Symbolorum dan ayat Alkitab Keluaran 20:3 dan Ulangan 5:7 sudah luput pengertiannya dalam zaman moden ini? Adakah Gereja telah menarik balik dokumen tersebut? Adakah Keluaran 20:3 dan Ulangan 5:5 untuk orang Katolik sahaja? Adakah ini bermaksud Firman Tuhan hanya untuk orang-orang Kristian sahaja? Bukankah menyembah allah lain merupakan satu dosa berat? Jika manusia BERHAK melakukan dosa, adalah anda menyarankan bahawa Iblis mempunyai hak untuk melawan Allah atau adakah Adam dan Hawa BERHAK makan epal yang terlarang? Jika manusia ada hak, bagaimana dengan Tuhan Allah yang benar, adakah Jesus mempunyai apa-apa hak? Adakah manusia ada hak untuk terjun dari tingkat 10? Adakah hati nurani manusia mengatasi Firman Allah? Adakah pemikiran manusia mengatasi pemikiran Allah? Dalam ajaran Katolik, tidak ada manusia yang dipaksa menerima Jesus sebagai Juruselamat. Lima tahun atau lima hari tidak ada kaitan dengan kebebasan beragama. Saya sarankan agar sdr/i membaca semula dan menghayati artikel ini.

  6. manusia itu memang ada kebebasan nya dalam menentukan hal yang dipikirnya, tiada sesiapa yang boleh menghalang tindakannya. tetapi bagi kita yang suda mengenal Allah semestinya tahu mana satu tindakan yang benar dan kita juga berhak untuk mengajarkan kebanaran kepada orang lain supaya mereka dapat menentukan keputusan dengan tepat.
    tetapi harus ingat:
    setiap yang kita lakukan itu
    akan dibawa ke muka pengadilan
    kelak.

  7. franciskus

    untuk menjawab persoalan seperti ini seharusnya kita memahami terlebi dahulu pokok ajaran kristus. apa ajaran yang cuba ia sampaikan? apakah tujuan manusia diciptakan? Allah telah menciptakan manusia untuk memuliakan dan memuji-nya. kita diciptakan kerana adahnya karya-karya NYA tertentu yang diluar pengetahuan kita. oleh itu kita hanyalah wajib menyembah ALLAH yang satu. walaupun kita ada kebebasan untuk melakukan tindakan dengan memasuki agama lain dan menyembah tuhan-tuhan lain, namun hukumannya tetap ada dan tetab berlaku. kerana ia suda terukir di kepingan logam yang abadi yang tidak akan berubah untuk selama-lamanya. hak kebebasan tetap hak tetapi hukuman tetap berlaku pada saat yang tidak disangka.

  8. Dengan kata lain, dapat dirumuskan di sini bahawa: manusia TIDAK BEBAS beragama (lain) kecuali agama yang benar sahaja. Manusia sebenarnya TIDAK BEBAS selagi belum menemui kebenaran kerana KEBENARAN membebaskan manusia daripada dosa. Mereka yang belum menerima atau menemui KEBENARAN masih dibelenggu oleh Iblis, raja dusta.

  9. deedat

    Seharusnya seseorang itu dikhabarkan dengan semua agama, kemudian dia gunakan akalnya untuk memilih, pada fikirannya , agama mana yang benar.

    Respon:
    Kebenaran bukan datang dari fikiran manusia tetapi diwahyukan oleh Tuhan Allah sendiri melalui Yesus Kristus.

  10. yesus

    ingatla aku datang bukan mahu dilayani tp mahu melayani kamu.. dan dengan itu melayani la dan mengasihi la sesama kamu sekalian supaya dunia tahu kamu adalah umatku kerna kamu saling mengasihi..




Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


  • Laman

  • Artikel Popular

  • Kategori

  • Sila masukkan alamat e-mel anda untuk melanggan blog ini dan menerima pemberitahuan melalui e-mel apabila ada artikel baru diterbitkan.

    Join 38 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers

%d bloggers like this: