Wanita Memakai Tudung II

Blog ini dikarang susulan kepada komen daripada Sdr Bartaha Yudha.

Maaf kerana lewat memberi respon. Masa yang panjang diperlukan untuk membaca, menilai dan seterusnya menyediakan penjelasan agar tajuk perbualan di sini dapat diperbincangkan dengan lebih jelas dan objektif.

Sila kita merujuk semula petikan (1 Korintus 11:5-6) yang berbunyi:

5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. 6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

Jelas dinyatakan dalam petikan itu bahawa

  1. Wanita yang berdoa tanpa menutup kepalanya, adalah menghina kepalanya sendiri. Kenapa?
  2. Wanita yang berdoa tanpa menutup kepalanya, adalah diibaratkan sebagai wanita yang gundul (botak).
  3. Jika wanita moden enggan memakai tudung (menutup kepalanya) maka diharuskan rambutnya dicukur!
  4. Wanita yang rambutnya dicukur adalah satu penghinaan bagi wanita itu.
  5. Jika wanita enggan rambutnya dicukur, maka diharuskan memakai tudung kepala.

Kenapa wanita harus menutup kepala? Kerana rambut wanita melambangkan kemuliaan laki-laki dan bukannya kemuliaan Allah.

7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: Ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki . (1 Kor 11:7)

Kenapakah rambut wanita melambangkan kemuliaan laki-laki. Sebabnya ialah :

8 Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. 9 Lagi pula, laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.

Ada sebab lainkah kenapa wanita harus memakai tutup kepala? Wanita yang memakai tudung menyenangkan hati malaikat.

10 Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.” (1 Kor 11:10)

Rumusan ini bukannya datang daripada saya, tetapi boleh dibaca terus daripada Alkitab. Petikan tersebut dinyatakan dalam ayat ringkas dan mudah. Jadi, tidak perlu diberi pengertian lain yang menyimpang daripada tujuan asal arahan itu ditulis kepada umat wanita (Kristian) di Korintus.

Aspek keselamatan tidak dibincangkan dalam blog ini. Walau bagaimanapun, oleh kerana ia dibangkitkan di sini, izinkan saya memetik beberapa petikan Alkitab:

  1. Manusia diselamatkan kerana kasih Allah melalui Anak-Nya, Yesus.
    Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16) Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu, dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (1 Yoh 3:1)
  2. Wanita yang memakai tudung adalah mereka yang penuh dengan kasih. Memakai tudung adalah tanda kemuliaan Allah kerana wanita yang penuh kasih enggan menjadikan rambutnya sebagai batu penghalang atau ‘bersaing’ dengan kemuliaan Allah.
    Siapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. (1 Yoh 4:8)
  3. Untuk diselamatkan, kita harus menuruti firman-Nya.
    Jawab Yesus, “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia. (Yoh 14:23)
  4. Wanita yang enggan menutup kepalanya tergolong dalam kumpulan mereka yang hidup dalam daging.
    Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. (Rom 8:8)

Jika seseorang wanita benar-benar mengasihi sesama manusia (termasuk laki-laki) maka wajiblah wanita itu mengenakan tudung dikepalanya. Jangan sampai kecantikannya dan rambutnya menjadikan laki-laki itu jatuh ke dalam dosa. Semasa kita memfokuskan 100% perhatian kita kepada Allah semasa beribadat di Gereja, wajiblah wanita menutup kepalanya; jangan sampai diperhatikan oleh para lelaki. Tambahan pula, wanita atas kehendaknya bisa membuka tudungnya apabila keluar dari Gereja.

Tujuan blog ini adalah untuk mencari KEBENARAN dan bukannya difokuskan kepada kesalahan. Seseorang wanita yang berasa bersalah selepas ditegur adalah satu rahmat Allah. Haruslah dia mengenakan tudung kepala apabila menghadiri Misa Kudus di Gereja, tanpa berasa ragu-ragu atau takut-takut diketawakan atau diejek kerana fesyennya sudah ketinggalan zaman. Seseorang wanita yang memakai tudung kerana iman akan memperoleh keselamatannya pada akhir zaman. Gaya hidup wanita beriman (memakai tudung) merupakan kesaksian akan kebesaran Allah Tritunggal Mahakudus. Ia menunjukkan kasih besar wanita itu terhadap Allah dan kaum lelaki. Ia juga merupakan satu penghormatan bagi wanita itu.

Benar dengan apa yang dikatakan oleh sdr bahawa kita harus saling bantu membantu bukan sahaja dari segi kebendaan (material) tetapi juga dari segi moral. Sebab itulah tujuan blog ini memberi bantuan dari segi moral kepada kaum wanita agar tidak menolak Tradisi Suci Gereja. Jika sdr seorang wanita yang beragama Roman Katolik, kenapakah sdr (dan ramai wanita lain juga) menolak ajaran Tradisi Suci (memakai tudung) yang telah diamalkan sejak 2000 tahun dahulu? Adakah Tradisi Suci ini sudah kolot atau dimakan zaman kuno? Adakah Gereja, Paus, Uskup dan Paderi yang berbakti kepada Kristus sebelum era Konsili Vatican II dahulu memutarbelitkan firman Allah apabila peraturan wanita memakai tudung masih berkuatkuasa? Adakah saya mencela agama Roman Katolik apabila saya membangkitkan isu wanita memakai tudung? Saya mohon kepada sdr agar memberi rujukan (dokumen rasmi Gereja) agar saya dapat membuat rujuk silang tentang pemansuhan peraturan ini oleh Paus / Gereja. Tidak dapat diterima pakai kalau sekadar memberi pendapat yang tidak disokong oleh fakta. Pendapat manusia kerap kali dipengaruhi oleh emosi dan perasaan hati semata-mata. (Suara) hati (naluri) itu sendiri tidak diperbolehkan diterima pakai sebagai penentu tingkah laku manusia jika dipisahkan daripada firman Allah / ajaran Gereja termasuk Tradisi Suci.

Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,…” (Roma 9:1)

Sebab memang aku tidak sadar akan apa pun tentang diriku, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan, melainkan Tuhanlah yang menghakimi aku.” (1 Kor 4)

 

Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal budi maupun suara hati mereka najis.” (Tit 1:15)

Hati yang tidak dikuasai oleh Roh Kudus, ia mudah menjadi najis! Walaupun hati kita ‘bersih’ atau ‘tidak sadar’, ia tidak membebaskan diri kita daripada penghakiman Allah dan tidak dapat dijadikan sebagai alasan atau ‘kebebasan’ untuk kita tidak memakai tudung atau ingkar kepada perintah Allah.

 

Dapatkah kita menerima alasan seorang manusia yang ‘telanjang bulat’ atau berbogel di dalam Gereja mengatakan bahawa hatinya ‘bersih’ untuk ia turut serta dalam kebaktian?

 

Mungkinkah ada umat yang akan jatuh ke dalam dosa jika melihat ada wanita yang memakai tudung kepala? Atau mungkinkah ada umat berdosa jika melihat ada wanita yang mengizinkan kepalanya yang tidak bertutup dipertontonkan sewenang-wenangnya di Gereja?

 

Berbalik kepada soal ‘hati’. Adakah ‘hati’ kita menjadi penentu sempadan untuk membezakan yang ‘benar’ dengan yang ‘salah’? Tepat sekali jawapaannya: ‘Hati’ seorang Krisitan harus dididik mengikut ajaran Roh Kudus. Ini dimungkinkan apabila umat didedahkan kepada ajaran Gereja tentang doktrin, dogma dan termasuk juga Tradisi Suci. Apabila umat sudah dididik dengan sewajarnya, maka hatinya akan memberitahu agar wanita harus menutup kepalanya kerana ia memuliakan Allah. Wanita beriman SEDAR bahawa rambutnya yang cantik itu memuliakan laki-laki dan bukannya Allah.

 

Memang benar, manusia kerap kali mempersoalkan hak Allah. Apakah hak Allah dalam konteks ‘wanita memakai tudung’? Adakah seseorang umat Kristian berhak menentukan peraturannya sendiri berdasarkan hatinya sendiri? Adakah kita berhak MEMILIH beberapa peraturan sahaja yang kita fikir (dari hati) sesuai untuk diri kita? Adakah kita berhak menolak beberapa Tradisi Suci yang kita fikir telah ketinggalan zaman? Adakah kita berhak menolak beberapa doktrin atau dogma seperti yang diajar oleh Gereja kerana ia tidak lagi sesuai dengan pendapat atau kehendak hati kita, atau cara hidup kita? Sekiranya jawapan kita kepada soalan-soalan ini ialah ‘YA’ maka kita tanpa rasa segan silu telah melantik diri kita sebagai allah untuk diri kita sendiri! Ini satu penghinaan besar kepada Allah yang benar.

 

Saya setuju dengan seruan sdr bahawa umat memenuhi segenap Hukum Allah apabila mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi, iaitu

 

37 Jawab Yesus kepadanya, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah perintah yang terutama dan yang pertama. 39 Perintah yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mat 22:37-39)

 

Perintah yang paling utama ialah “Kasihilah Tuhan, Allahmu” tetapi kenapakah wanita lebih mengasihi dirinya sendiri lebih dahulu daripada Allah? Jika sdr mengasihi Allah lebih dahulu, maka sdr harus menutup kepala semasa di Gereja. Bukankah ini maksudnya?

 

Kasih tidak memegahkan diri tetapi wanita tetap enggan memakai tudung semasa di Gereja. Keengganan wanita itu dapat dijelaskan iaitu wanita zaman sekarang terlalu megah kepada diri sendiri (kecantikan daging) sehingga tidak sanggup lagi memakai tudung kepala. Bukankah wanita suka dipuji akan kecantikan yang ada padanya?

 

Politik? Politik merujuk kepada seni pemerintahan. Bagaimana dapat dikaitkan antara Tradisi Suci (wanita memakai tudung) dengan kebebasan wanita mempamerkan kecantikannya di hadapan Allah?

 

Akhir kata, saya menyatakannya sekali lagi di sini bahawa peraturan wanita memakai tudung bukannya pendapat saya semata-mata ataupun dikategorikan sebagai peraturan manusia zaman dahulu kala, tetapi ia merupakan amalan wanita Katolik (Tradisi Suci) yang diperturunkan dari satu generasi ke satu generasi yang lain. Peraturan ini tercatat dengan terang dalam Alkitab dan juga dalam Tradisi Suci. Tradisi Suci sentiasa seiring pengertiannya dengan Alkitab dan sejak 2000 tahun, ia menjadi amalan yang tidak pernah dipersoalkan kecuali pada zaman sekarang apabila wanita ‘diperbolehkan’ berkelakuan seperti lelaki. Mungkinkah pada suatu hari nanti, patung Bonda Maria akan diukir tanpa tudung?

Rujukan tambahan:
http://www.lumengentleman.com/content.asp?id=220


  1. Angelica

    Saya bersetuju dengan pendapat saudara Bartha sebab saya sendiri telah bertudung bila ke gereja. Pentingnya bertudung ke gereja demi kemuliaan sepertimana firman Tuhan.

  2. Puji Tuhan kerana semakin ramai Wanita Kristian menutup kepala semasa ke Gereja.

  3. Mayjune

    Saya baru pertama kali mendengar perkara Wanita Kristian lebih mulia bertudung bila ke gereja. Mengapakah perkara ini tidak disebarluaskan ketika sesorang itu baru belajar menjadi Kristian Katolik? Apakah maksud bertudung itu seperti cara berpakaian perempuan Islam?

    Apapun saya percaya tidak semestinya wanita-wanita Kristian Katolik yang tidak bertudung/menutup kepala ke gereja bukan bertujuan untuk mempertayang-tayangkan kecantikan rambut kepada kaum lelaki tetapi tidak mengetahui tentang perkara ini.

    Pengarang:
    Inilah kebenaran: Gereja pada masa kini dilanda krisis! Kebenaran Katolik tidak lagi menjadi topik perbualan hangat dalam khutbah paderi/uskup tetapi hal-hal keduniawian sahaja. Umat Katolik diseru ‘bersekongkong dengan Dunia’ tetapi ajaran, doktrin dan dogma Katolik langsung tidak lagi disentuh. Ini amat menyedihkan kerana Kebenaran tidak disebar luas seperti Yesus lakukan sehinggga Dia mati di kayu salib! Menutup kepala atau bertudung tidak ada kaitan dengan agama Islam.

    Kepercayaan anda berdasarkan kepada kepercayaan diri sendiri atau didasarkan kepada ajaran, doktrin dan dogma Katolik?

  4. pp

    Apakah di malaysia tidak mengamalkan perempuan memakai tudung semasa bersambayang? saya sangat tertarik dengan kenyataan ini d apakah di malaysia ini boleh memakai tudung semasa bersambayang di geraja?

  5. Di Malaysia, amat sukar untuk menemui wanita yang menutup kepala semasa memasuki Gereja. Kalau ada pun hanya wanita tua. Tiada larangan untuk wanita memakai tudung kepala, dan dukacita Gereja juga tidak lagi mempromosikan wanita menutup kepala kerana saya melihat ‘pelayan perempuan’ (‘altar girls’) juga langsung tidak menutup kepala. Kemungkinan wanita Katolik di Malaysia tidak sanggup memakai tudung kerana takut ‘diketawakan’ atau kerana tiada dorongan daripada para uskup/paderi.

  6. semang

    saudara,
    1.tidak ada ‘kemungkinan wanita Katolik di Malaysia tidak sanggup memakai tudung kerana takut ‘diketawakan’
    2.Kerana tiada dorongan dariapada para Uskup/Paderi-itu memang ada dan saya sangat mengakuinya.
    3.Atau masih ada sebab2 lain?

  7. Saya mempersilakan pembaca kaum wanita untuk memberi komen tentang sebab-sebab wanita Katolik di Malaysia yang enggan mengenakan tutup kepala semasa menyertai Misa Kudus di Gereja.

    Sebab-sebab lain yang mungkin:
    1. Sukar mendapatkan veil/tudung kepala yang berbentuk tiga segi.
    2. Ibu-ibu sendiri tidak lagi memakai veil dan tidak menggalakkan anak-anak perempuan memakai veil
    3. Tiada galakan/teguran langsung daripada bapa-bapa dan juga guru-guru agama
    4. Tidak ada kesedaran langsung kerana tradisi ini dianggap sudah pupus dan ketinggalan zaman
    5. Umat Katolik tidak memahami sebab-sebab perlunya wanita memakai tutup kepala
    6. Tidak ada kerendahan hati
    7. Wanita mementingkan fesyen
    8. Malu … !

    • Josping Amoh

      Shalom saudari dalam Kristus,
      Terima kasih kerana memberi ruang kepada pembaca untuk memberi komen disini.

      Ok, saya juga ingin memberi sedikit komen disini. Komen ini adalah berdasarkan kepada pengalaman saya sendiri dan apa yang berlaku kepada diri saya pada hari ini.

      Lebih kurang 5 tahun yang lepas saya telah mendapat gerakan hati yang sangat kuat meminta supaya saya bertudung. Saya ragu-ragu dan saya tidak menurut kata hati saya. Tetapi gerakan hati ini masih juga berterusan meskipun sudah dua tiga tahun berlalu sehingga saya cuba-cuba menudung kepala dan ketika itulah saya merasakan ada kelainan yang sangat luar biasa didalam diri saya yang tidak pernah saya rasai selama ini. Pernah sekali saya menudung kepada semasa sedang bekerja lalu saya ditegur oleh seorang teman lelaki dan sejak hari itu saya tidak mahu memakai tudung lagi. Tetapi permintaan itu masih berlarutan hingga kehari ini. Akhir-akhir ini sudah beberapa kali saya menudung kepala apabila ke gereja dan mulai Hari Jumaat Agung di tiga hari yang lepas saya mula mengenakan tudung semula kepejabat dan tidak hanya waktu ke gereja.

      Sebab-sebab nyata mengapa saya selaku wanita Katholik di Malaysia tidak mahu memakai tudung adalah kerana:

      1. Saya masih ragu-ragu adakah ini adalah permintaan atau perintah dari Allah di syurga atau ini hanya keinginan saya semata-mata?

      2. Saya merasakan diri saya tidak layak untuk berbuat demikian. Kerana saya orang berdosa dan tidak dapat lari daripada melakukan dosa.

      3. Tidak selesa kerana dipersoalkan dan diperhatikan oleh orang-orang sekeliling samada rakan sepejabat mahupun saudara-saudari digereja

      3. Sayang kerana menutup rambut yang cantik

      Mohon saudari memberi penjelasan kepada saya agar terjawab segala persoalan saya selama ini supaya saya boleh terus bertudung setiap masa samada di gereja, di pejabat mahupun ketika berjalan-jalan diluar. Kerana itulah yang gerakan hati saya mahukan saya bertudung bukan hanya semasa digereja sahaja. Saya boleh bila-bila masa membuka balik tudung saya seandainya saya masih ragu-ragu dan merasakan diri saya tidak layak.

      • Saudari Josping,
        Umat Katolik wanita hanya perlu menutup kepala/rambut apabila ke Gereja terutama semasa menerima Komuni Suci. Keperluan ini tidak perlu apabila ke tempat kerja atau berjalan-jalan tetapi mencukupi berpakaian secara sopan dan sederhana. Wanita seharusnya memakai skirt (bukan mini skirt) sekurang-kurangnya paras lutut (dan ke bawah). Wanita tidak harus berpakaian lelaki.

        Artikel https://katolik.wordpress.com/2006/11/14/wanita-memakai-tudung/ sudah cukup menjawab persoalan saudari itu.

    • Mary Franciscan Asisi

      Saya sangat haus akan ajaran kristian katholik yang sebenarnya.

  8. semang

    saudara,
    memang betul dan saya setuju dengan pendapat anda ini(sebab2 lain) dan minta pendapat atau pandangan atau ulasan saudara untuk situasi ini.
    Andaikan/bayangkan 90% wanita Katolik di Malaysia ini telah selesa bertudung/tutup kepala ke Gereja tidakkah mungkin ia akan menjadi ‘sensasi’baru antara kita(Katolik)dengan saudara2 Islam kita?seperti mana mereka sangat2 beremosi dalam isu ‘Allah’ sedangkan mengikut sejarah perkataan ‘Allah’ itu pun berakar umbi dari Katolik.
    Harap saudara(atau sesiapa sahaja)berlapang dada membaca teks saya ini-tiada niat untuk ‘memprovok’.
    Terima kasih.

  9. Jeff

    Havenu Shalom Aleichem,

    Shema Yisrael, Adonai Eloheinu Adonai Echad,
    Baruckh Shem Ke’vod Malkhuto Le’olam Va’ed,

    Salam Sejahtera dari Tuhan yang Maha Tinggi kepada mu,

    Saudara ku yang terkasih,

    Ini petikan yang saya dapat berkaitan dengan kisah mengunakan tudung dikalangan wanita ataupun lelaki.
    (Ini bukan kenyataan saya – melainkan pengarang petikan ini sahaja)

    In the Roman Catholic Church

    The requirement that women cover their heads in church was introduced as a universal law for the Latin Rite of the Church for the first time in 1917 with canon 1262 of its first Code of Canon Law. It was removed in the 1983 revision of the Code, which declared the 1917 Code abrogated.[8] Some have argued that it is still obligatory, advancing several grounds for their opinion, including the claim that headcovering for women is a centennial and immemorial custom (cf. canon 5 of the Code of Canon Law)[9] It was never universally obligatory for members of the Eastern Catholic Churches.

    In countries where women no longer as a matter of course wear hats when going outdoors, most Catholic women do not wear headcoverings in church, but many Traditionalist Catholic women do.[10] The forms range from a mantilla to a hat or a simple headscarf.

    For men, the 1917 Code of Canon Law prescribed that they should uncover their heads unless approved customs of peoples were against it. In the Latin Rite of the Roman Catholic Church it is obligatory for bishops to wear the zucchetto headcovering during certain parts of the liturgy, while use of the biretta, once obligatory for all diocesan clergy (as opposed to members of religious institutes), remains permitted for them. In all rites of the Catholic Church, bishops wear a mitre or a corresponding headcovering in church.

    Shalom

    Pengarang: The source of this information is unknown. It is not true that the requirement of women to wear headcovering was abrogated.

  10. Jeff

    Havenu Shalom Aleichem,

    Shema Yisrael, Adonai Eloheinu Adonai Echad,
    Baruckh Shem Ke’vod Malkhuto Le’olam Va’ed,

    Salam Sejahtera dari Tuhan yang Maha Tinggi kepada mu,

    Saudara ku yang terkasih,

    Ini petikan yang saya dapat berkaitan dengan kisah mengunakan tudung dikalangan wanita ataupun lelaki.
    (Ini bukan kenyataan saya – melainkan pengarang petikan ini sahaja)

    Objections to the headcovering

    Some Christians interpret the passage as a cultural mandate that was only for the first-century Corinthian church. Therefore, they say, women no longer need to cover their heads. Other Christians believe that long hair is intended to be the headcovering.[11] Still others believe that a woman’s husband is her covering. Yet another view, propagated by Katharine Bushnell, holds that 1 Corinthians 11 itself even teaches that women should not cover their heads at all.


    Pengarang: So what is your point?

  11. Jeff

    Havenu Shalom Aleichem,

    Shema Yisrael, Adonai Eloheinu Adonai Echad,
    Baruckh Shem Ke’vod Malkhuto Le’olam Va’ed,

    Salam Sejahtera dari Tuhan yang Maha Tinggi kepada mu,

    Saudara ku yang terkasih,

    Demikian kenyataan Katharine Bushnell berkaitan dengan tudung:

    Supposing women only had translated the Bible, from age to age, is there a likelihood that men would have rested content with the outcome? Therefore, our brothers have no good reason to complain if, while conceding that men have done the best they could alone, we assert that they did not do the best that could have been done. The work would have been of a much higher order had they first helped women to learn the sacred languages (instead of putting obstacles in their way), and then, have given them a place by their side on translations committees.

    – Katharine Bushnell, God’s Word to Women

    Pengarang: Jadi, apakah yang ingin saudara Jeff nyatakan di sini?

  12. Jeff

    Havenu Shalom Aleichem,

    Shema Yisrael, Adonai Eloheinu Adonai Echad,
    Baruckh Shem Ke’vod Malkhuto Le’olam Va’ed,

    Salam Sejahtera dari Tuhan yang Maha Tinggi kepada mu,

    Saudara ku yang terkasih,

    Merujuk kepada kenyataan pengarang:
    Pengarang: The source of this information is unknown. It is not true that the requirement of women to wear headcovering was abrogated.

    Pengarang: So what is your point?

    Jawapan: Sila lihat dalam wikipedia: veil – Christian headcovering.

    *** Pengarang wikipedia tersebut mengongsikan kepada maklumat yang beliau dapat dan peroleh. Sekadar untuk MAKLUMAN sahaja bukan untuk diperdebatkan wahai saudaraku. Beliau hanya menyatakan maklumat yang diperolehinya sahaja dan terpulang kepada saudara untuk menerima maklumat tersebut.

    Kenyataan pengarang:

    Pengarang: Jadi, apakah yang ingin saudara Jeff nyatakan di sini?

    Jawapannya: Saya tidak ingin menjadi hakim terhadap pendapat tersebut kerana pendapat tersebut adalah pendapat Katharine Bushnell tentang sama ada wanita wajib bertudung atau tidak. ADAKAH KITA MASIH TERIKAT DENGAN SESIAPA UNTUK MEMBERIKAN PENDAPAT DAN PANDANGAN?

    Pengarang: Soalan yang bagus! Umat Kristian terikat kepada ajaran, doktrin dan dogma Gereja. Tetapi Jeff terikat kepada tafsiran peribadi Jeff sendiri! Itu merupakan keputusan yang Jeff sendiri buat dan saya menghormati keputusan itu.

  13. Jeff

    Havenu Shalom Aleichem,

    Shema Yisrael, Adonai Eloheinu Adonai Echad,
    Baruckh Shem Ke’vod Malkhuto Le’olam Va’ed,

    Salam Sejahtera dari Tuhan yang Maha Tinggi kepada mu,

    Saudara ku yang terkasih,

    Saya tidak ingin menjadi hakim terhadap perbincangan diatas ini. Saya tidak akan memberikan pendapat kepada semua orang melainkan saya percaya, yakin dan mengetahui kebenarannya. Saya tidak terikat dengan mana2 keputusan yang dibuat kerana saya yakin dan percaya bahawa saya lahir seorang sahaja dari rahim ibu saya. Dan seandinya ada yang kembarpun dan pastinya ia akan lahor satu demi satu tanpa cantuman melainkan yang kembar siam. Ini kerana ia adalah kuasa Tuhan dan manusia tidak mempunyai sebarang kuasa. Saya menyerahkan sepenuhnya kuasa saya kepada Tuhan yang Maha Tahu dan Maha Besar dalam menentukan hidup saya dan saya telah diberikan hak untuk membuat keputusan sama ada meneruskan atau tidak. Saya tidak mengajat saudara untuk percaya melainkan untuk memberikan pandangan sahaja.

    Shalom

    Pengarang: Sebenarnya Jeff hanya berpegang kepada tafsiran Alkitab semata-mata tetapi pegangan pada ‘sola scriptura’ ini tidak terdapat dalam Alkitab. Tafsiran manusiawi tidak dapat menyelamatkan sesiapa kecuali iman dalam Yesus Kristus. Persoalannya sekarang, siapakah yang akan mengajar IMAN ini kepada kita? Diri sendiri? Atau Gereja? Gereja Roman Katolik didirikan oleh Yesus Kristus sendiri dan diberi Kunci (autoriti) untuk meneruskan kerja penyelamatan Tuhan Allah akan manusia yang sesat dalam dosa. Kembalilah kepada Gereja untuk penyelamatan jiwa.

  14. Jeff

    Havenu Shalom Aleichem,

    Shema Yisrael, Adonai Eloheinu Adonai Echad,
    Baruckh Shem Ke’vod Malkhuto Le’olam Va’ed,

    Salam Sejahtera dari Tuhan yang Maha Tinggi kepada mu,

    Saudara ku yang terkasih,

    Kenyataan saudara:

    (Tafsiran manusiawi tidak dapat menyelamatkan sesiapa kecuali iman dalam Yesus Kristus. )

    Saudaraku,
    Saya tidak pernah sekali-kali mengatakan bahawa manusia boleh selamat tanpa beriman. Yang menjadi persoalan tersebut adalah mengapa manusia itu sendiri enggan beriman kepada Jesus Al-Masih yang diutuskan kepada kita. Saya tekankan disini supaya manusia beriman kepada Tuhan yang Maha Tinggi dan menghayati keEsaanya dan kekuasaanya melalui Al-Kitab yang diberikan kepada kita oleh Tuhan melalui perantaraan para nabi dan Jesus sendiri. Barang siapa yang mahu selamat hendaklah dia beriman kepada Jesus dan percaya kepadanya dan berpegang kepada Al-Kitab yang diberikan sebagai panduan kita.

    Jesus yang mengajarkan iman kepada kita. Barang siapa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan tanpa was-was dan ragu2 maka orang itu akan selamat dan sejahtera. Jesus sendiri yang meminta kita untuk beriman kepada Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Agung.

    Barang siapa yang bersatu imannya dalam Jesus tanpa was-was dan ragu2 akan diperkenankan orang itu oleh Tuhan. Jesus sendiri akan menjadi hakim kepada orang itu pada hari penghakiman nanti. Adakah Gereja tidak akan dihakimi imannya? Pasti akan dihakimi imannya oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Barang siapa hidupnya seperti lalang akan dibuang ke dalam perapian dan hidup yang ibarat gandum yang subur dan penuh akan disimpan dalam gedung penyimpanan.

    Shalom

    (Apakah IMAN mengikut kepercayaan atau ajaran ‘gereja’ Jeff? Saya percaya iman yang Jeff maksudkan ialah tafsiran peribadi Jeff ke atas ayat-ayat suci Alkitab)

  15. Jeff

    Havenu Shalom Aleichem,

    Shema Yisrael, Adonai Eloheinu Adonai Echad,
    Baruckh Shem Ke’vod Malkhuto Le’olam Va’ed,

    Salam Sejahtera dari Tuhan yang Maha Tinggi kepada mu,

    Saudara ku yang terkasih,

    Kenyataan saudara:

    (Kembalilah kepada Gereja untuk penyelamatan jiwa.)

    Saudaraku,
    Gereja tidak mampu dan tidak berkuasa untuk menyelamatkan manusia melainkan Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Pengampun sahaja yang mampu menyelamatkan manusia. Barang siapa yang percaya kepada Jesus dan beriman kepada-Nya maka orang itu beroleh keselamatan.

    Shalom

    Pengarang: Yang saya nampak daripada hujah-hujah Jeff, sebenarnya, keselamatan jiwa dan iman Jeff terletak pada tafsiran peribadi Jeff sendiri ke atas ayat-ayat suci Alkitab. Jeff tidak sanggup menerima tafsiran orang lain tetapi membuat andaian bahawa tafsiran Jeff sahajalah yang benar. Jeff, atas kuasa manusia, melantik diri sendiri sebagai ‘ketua agama’ dan membuat tafsiran peribadi lalu mengekehendaki orang lain menerima tafsiran Jeff sebagai tafsiran yang ada autoriti.

  16. Jeff

    Havenu Shalom Aleichem,

    Shema Yisrael, Adonai Eloheinu Adonai Echad,
    Baruckh Shem Ke’vod Malkhuto Le’olam Va’ed,

    Salam Sejahtera dari Tuhan yang Maha Tinggi kepada mu,

    Saudara ku yang terkasih,

    Kenyataan saudara:

    (Apakah IMAN mengikut kepercayaan atau ajaran ‘gereja’ Jeff? Saya percaya iman yang Jeff maksudkan ialah tafsiran peribadi Jeff ke atas ayat-ayat suci Alkitab)

    Saudaraku,
    Iman itu itu adalah satu ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa tanpa ragu2 dan was2 akan Kekuasaan Tuhan yang Maha Kuasa itu. Seorang yang beriman itu adalah orang yang percaya kepada Tuhan tanpa ragu2 akan kebenaran dan kekuasaan Tuhan. Saya tidak mengemukakan pandangan peribadi saya seandainya saya tidak yakin dan percaya akan iman saya. Saudara sendiri takut mengemukakan iman saudara kepada Tuhan. Mengapa saudara asyik berdolak dalih sahaja? Saudara tidak cukup beriman kepada Tuhan kan atau saudara ibarat air pasang surut sahaja. Orang yang menghayati Kitab Tuhan sering kali dituduh sebagai orang yang kemaruk dan buta oleh mereka yang degil dan tidak ingin menerima apa yang diperkatakan oleh orang lain. Lihatlah sendiri yang terdapat dalam sirah para nabi seperti Ayub, Isaiah, Elijah, Elisha, Zakaria, Nathan dan Malachi. Mereka sering kali dituduh oleh orang yang sezaman dengan mereka sebagai orang yang gila kerena mereka menceritakan kebenaran. Saya tidak memaksa saudara untuk percaya. Terpulang kepada saudara untuk percaya atau tidak.

    Respons: Siapakah yang memberitahu semuanya ini kepada saudara Jeff?

    Kenyataan saudara:

    (Pengarang: Yang saya nampak daripada hujah-hujah Jeff, sebenarnya, keselamatan jiwa dan iman Jeff terletak pada tafsiran peribadi Jeff sendiri ke atas ayat-ayat suci Alkitab. Jeff tidak sanggup menerima tafsiran orang lain tetapi membuat andaian bahawa tafsiran Jeff sahajalah yang benar. Jeff, atas kuasa manusia, melantik diri sendiri sebagai ‘ketua agama’ dan membuat tafsiran peribadi lalu mengekehendaki orang lain menerima tafsiran Jeff sebagai tafsiran yang ada autoriti.)

    Respons: Siapakah yang memberitahu semuanya ini kepada saudara Jeff?

    Saudaraku,
    Saya beriman kepada Jesus tanpa ada sebarang halangan. Saudara pun tidak berkuasa terhadap iman saya dan saya tidak mempersoalkan iman saudara sendiri. Saudara acap kali mempersoalkan tentang iman namun saudara sendiri kurang jelas akan iman saudara sendiri. Saya tidak akan berganjak dengan iman saya. Saya tidak mentafsir sesuatu perkara seandainya saya kurang bukti dan iman. Kepercayaan dan agama tidak dapat menyelamatkan manusia tetapi iman kepada Tuhan yang akan menyelamatkan manusia. Ingatlah peristiwa Jesus dikayu salib sewaktu baginda menghembuskan nafas yang terakhir ayat “bapa, ke dalam tangan-Mu aku berserah”. Jesus sendiri beriman kepada Bapa yang berada disyurga.

    Saudaraku,
    Saya tidak pernah mengatakan anda salah kerana percaya akan perkara tersebut tetapi anda telah melakukan kesilapan. Itu yang saya katakan sebelum ini. Saya menerima pandangan dan pendapat setiap orang kerana saya menghormati hak individu itu sebagai manusia. Saya tidak melantik diri saya menjadi hakim ke atas saudara melainkan saya yakin dan percaya bahawa Jesus Al-Masih adalah hakim yang Maha Benar.

    Kenyataan saudara:
    (Jeff, atas kuasa manusia, melantik diri sendiri sebagai ‘ketua agama’ dan membuat tafsiran peribadi lalu mengekehendaki orang lain menerima tafsiran Jeff sebagai tafsiran yang ada autoriti.)

    Saudaraku,
    Bilakah saya melantik diri saya menjadi paderi? Saya tidak pernah berbuat demikian. Saya yakin dan percaya HANYA Jesus Al-Masih sahaja Imam bagi saya. Saya tidak pernah meminta sesiapapun untuk percaya. Saudara nampaknya lempar batu sembunyi tangan sahaja. Saudara menuduh saya secara membabi buta sahaja. Saudara telah melantik diri sendiri sebenarnya menjadi hakim ke atas saya. Saya tidak pernah meminta saudara untuk menjadi hakim ke atas saya melainkan HANYA JESUS AL-MASIH sahaja Sang Hakim yang Maha Benar dan Adil. Adakah saya pernah meminta saudara untuk percaya akan kenyataan saya? Tidak bukan. Saudara sendiri yang terpengaruh. Saudara sendiri yang membuat keputusan tersebut dan bukan saya.

    Shalom

    Respons: Siapakah yang memberitahu semuanya ini kepada saudara Jeff?




Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


  • Laman

  • Artikel Terkini

  • Artikel Popular

  • Kategori

  • Sila masukkan alamat e-mel anda untuk melanggan blog ini dan menerima pemberitahuan melalui e-mel apabila ada artikel baru diterbitkan.

    Join 50 other followers


%d bloggers like this: