Berpegang kepada Tradisi Suci

Misa Novus Ordo atau Misa Order Baru telah diperkenalkan kepada Gereja oleh Pope Paul VI pada awal tahun 1970an untuk menggantikan Traditional Latin Mass atau Tridentine (disebut ‘traidentain’) Mass atau Misa Lama. Misa Novus Ordo adalah suatu inovasi atau terbitan baru dan bukan suatu penyesuaian daripada yang lama (Misa Lama). Traditional Latin Mass telah digunakan sejak 2000 tahun dahulu oleh umat Katolik di seluruh dunia. Secara ringkas, Traditional Latin Mass adalah suatu korban atau sacrifice tetapi Misa Novus Ordo pula hanyalah suatu santapan atau ‘meal‘ yang menyamai definisi Misa Gereja Protestan seperti yang diguna pakai dalam Gereja Lutheran.

Bermula tahun 2007, kami sekeluarga bersyukur kepada Allah Tritunggal Mahakudus kerana mengurniakan kepada umat Katolik Misa Kudus (Traditional Latin Mass) seperti mana ia dirayakan sejak 2000 tahun yang lalu kepada umat Katolik di Sabah. Dalam Misa ini, Yesus dikorbankan demi keselamatan kepada mereka yang menerima Yesus sebagai Juruselamat.

Sekali sebulan (atau dua bulan), paderi Katolik dari Society of St Pius X (Singapura) akan datang ke Kota Kinabalu, Sabah dan Misa Kudus Tridentine diadakan di Queen of the Most Holy Rosary Chapel, Lot 18-2, 2nd Floor, New World Commercial Centre, Donggongon, 89507 Penampang, jam 6.30 pm (Sabtu) dan 9.30 pagi pada hari Ahad. Kepada yang ingin menghadiri Misa Kudus ini, dikehendaki berpakaian sopan mengikut peraturan Gereja. Wanita diwajibkan bertudung atau menutup kepala. Lengan baju hendaklah menutup lengan sehingga siku manakala skirt hendaklah menutupi kaki sehingga paras lutut dan tidak memakai pakaian yang ketat atau yang terlalu terdedah. Umat dilarang memakai selipar, baju T, atau jeans. Pakaian yang memaparkan gambar-gambar terutama gambar yang tidak sesuai seperti gambar tengkorak adalah dilarang. Sebelum Misa Kudus, paderi akan memberikan sakramen pengakuan. Sila berpuasa sekurang-kurangnya tiga jam sebelum menerima Komuni. Umat dikehendaki berlutut semasa menyambut Tubuh Kristus dengan lidah.

Kenapakah kami sekeluarga setia kepada Tradisi Suci Gereja? Pertama, ajaran Gereja datang daripada Alkitab dan Tradisi Suci. Maka sebagai keluarga Katolik, kami berpegang kepada ajaran Gereja yang sentiasa sama sejak 2000 tahun yang lalu. Tidak pernah Gereja memansuhkan atau meluputkan Misa Kudus Lama. Gereja juga tidak pernah (dan sememangnya  tidak diperbolehkan) melarang umat Katolik yang masih berpegang kepada Traditional Latin Mass. Tidak mungkin seseorang kekal Katolik sekiranya ia menolak Tradisi Suci Gereja.

Deo Gratias.


  1. Daniel

    Siapa sih yang bilang kalau Novus Ordo itu hanya meal (santapan)? Maaf yah Institutio Generalis Missalis Romani mengatakan:
    1. When he was about to celebrate with his disciples the Passover meal in which he instituted the sacrifice of his Body and Blood, Christ the Lord gave instructions that a large, furnished upper room should be prepared (Lk 22:12). The Church has always regarded this command as applying also to herself when she gives directions about the preparation of people’s hearts and minds, and of the places, rites, and texts for the celebration of the Most Holy Eucharist. The current norms, prescribed in keeping with the will of the Second Vatican Ecumenical Council, and the new Missal that the Church of the Roman Rite is to use from now on in the celebration of Mass are also evidence of the great concern of the Church, of her faith, and of her unchanged love for the great mystery of the Eucharist. They likewise bear witness to the Church’s continuous and unbroken tradition, irrespective of the introduction of certain new features.

    A Witness to Unchanged Faith

    2. The sacrificial nature of the Mass, solemnly asserted by the Council of Trent in accordance with the Church’s universal tradition,1 was reaffirmed by the Second Vatican Council, which offered these significant words about the Mass: “At the Last Supper our Savior instituted the Eucharistic Sacrifice of his Body and Blood, by which he would perpetuate the Sacrifice of the Cross throughout the centuries until he should come again, thus entrusting to the Church, his beloved Bride, the memorial of his death and resurrection.”2
    What the Council thus teaches is expressed constantly in the formulas of the Mass. This teaching, which is concisely expressed in the statement already contained in the ancient Sacramentary commonly known as the Leonine—”As often as the commemoration of this sacrifice is celebrated, the work of our redemption is carried out”3—is aptly and accurately developed in the Eucharistic Prayers. For in these prayers the priest, while he performs the commemoration, turns towards God, even in the name of the whole people, renders him thanks, and offers the living and holy Sacrifice:, namely, the Church’s offering and the Victim by whose immolation God willed to be appeased;4 and he prays that the Body and Blood of Christ may be a sacrifice acceptable to the Father and salvific for the whole world.5

    Terlihat jelas bahwa Novus Ordo bukanlah sekedar meal seperti yang Anda katakan tapi adalah sacrifice juga!

    Dan lagi apa yang Anda sebut sebagai Traditional Latin Mass pada dasarnya baru muncul sekitar era St. Gregorius Agung

    Coba Anda lihat bagaimana Misa Latin yang dirayakan pada zaman St. Yustinus atau pada zaman St. Hippolitus dari Roma…Apakah Misa Latin ini ber-bahasa Latin? Apakah itu adalah Tridentine?

    Dengan mengatakan bahwa Tridentine berumur 2000 tahun, jelas Anda sedang mengarang sebuah dongeng.

    Hmm…Imam-imam SSPX, hati-hati mereka terekskomunikasi,

    Jauh lebih baik jika Anda meminta Imam Paroki anda atau para Imam FSSP agar para Imam yang bersatu dengan Paus Roma saja lah yang mempersembahkan Misa Tridentine untuk Anda dan keluarga Anda

  2. author

    Soal mereka yang baru selesai mengikuti Misa setiap Ahad: Apakah Misa? Adakah perkataan pertama yang keluar dari mulut mereka ialah KORBAN? Tanyalah paderi anda sendiri: Apakah Misa? Adakah paderi akan berkata KORBAN? Tanyalah juga apakah maksud KORBAN daripada paderi dan juga umat lain. Jangan terkejut jika jawapan mereka mengecewakan anda.

    Dokumen Institutio Generalis Missalis Romani atau General Instruction on the Roman Missal ada beberapa versi. Anda telah merujuk dokumen versi lain iaitu The General Instruction of the Roman Missal Fourth Edition, 27 March 1975 (http://www.christusrex.org/www1/mcitl/girm.html). Saya telah membuat rujukan versi pertama iaitu versi 1969. Versi inilah yang digunapakai semasa Misa Novus Ordo mula-mula dicipta dan bukannya versi 1975. Sila rujuk http://www.fordham.edu/halsall/mod/1969ottoviani.html.

    Chapter 2:
    “Let us begin with the definition of the Mass. In Article 7 of the General Instruction which precedes the New Order of Mass, we discover the following definition:
    The Lord’s Supper or Mass is the sacred assembly or congregation of the people of God gathering together, with a priest presiding, to celebrate the memorial of the Lord. [3] For this reason Christ’s promise applies supremely to a local gathering together of the Church: “Where two or three come together in my name, there am I in their midst.” (Mt. 18:20)[4]
    The definition of the Mass is thus reduced to a “supper,” a term which the General Instruction constantly repeats. [5] The Instruction further characterizes this “supper” as an assembly, presided over by a priest and held as a memorial of the Lord to recall what He did on Holy Thursday. None of this in the very least implies: …”

    Gereja telah memperkemaskinikan GIRM tahun 1969 kepada 1975 dan sekarang 2003. Tetap Misa Novus Ordo tetap sama. Secara analogi, anda mempunyai sebuah kereta model baru tahun 1969 dengan buku panduannya 1969 tetapi kereta tersebut masih diguna pakai sehingga tahun 2007 tetapi Kilang Kereta telah memberi anda buku panduan baru yang telah dikemas kini edisi 2003. Keretanya tetap sama! Mempunyai buku panduan yang baru TIDAK AKAN MENGUBAH kereta tersebut. Kecacatan yang ada pada kereta tersebut tetap ada.

    Misa pertama yang dimulakan oleh Tuhan Yesus mempunyai KAITAN RAPAT dengan Traditional Latin Mass iaitu Misa Tridentine DIDASARKAN kepada Misa Asal sedangkan Misa Novus Ordo didasarkan atas ciptaan manusia semata-mata. Tahukah anda bahawa Misa Novus Ordo dicipta (dimulakan) sekitar tahun 1965? Jika anda membuat perbezaan, anda tidak akan melihat ‘keserupaan’nya (resemblance atau likeness). Misa Novus Ordo JAUH MENYIMPANG daripada Misa Asal yang dimulakan oleh Tuhan Yesus sendiri sejak 2000 tahun yang lalu. Tidak kita nafikan Misa Tridentine juga mengalami perubahan minor tetapi CIRI KESERUPAAN tetap terpelihara kerana GEREJA tidak berkuasa untuk mengubah Misa Kudus yang dimulakan oleh Tuhan Yesus sendiri.

    Apabila Paus Paul VI memperkenalkan Misa Novus Ordo, Gereja telah membuat langkah besar seolah-olah satu revolusi. Gereja menyimpang atau lari daripada Tradisi Suci apabila Misa Tridentine ‘DITUKAR’ dengan Misa Novus Ordo. Misa Tridentine bersifat APOSTOLIK (dapat dikesan akarnya dari zaman awal) tetapi Misa Novus Ordo merupakan ciptaan baru manusia semata-mata yang tidak berkenan di mata Tuhan.

    Daripada definisi awal Misa Kudus (Novus Ordo), maka berlaku banyak perubahan. Susulan itu, Misa Novus Ordo lebih menekankan atau menumpukan pada Misteri Paska, The Lord’s Supper, santapan dan perhimpunan awam, Kebangkitan Yesus, keselamatan umum (universal salvation), Altar digantikan dengan meja dan relik para matir dimansuhkan, banyak Salib ditanggalkan dan banyak altar tidak lagi mempunyai Salib. (Nota: Universal Salvation adalah doktrin sesat/heretical)
    Doa ‘Offertory’ diringkaskan, perkataan dan doa yang menggambarkan atau menerangkan apakah Misa telah dihapuskan atau maksud menjadi kabur, bahagian Suscipe semasa Offertory dan Placeat sebelum Pemberkatan telah ditiadakan, lebih menekankan elemen naratif atau aspek sejarah tentang permulaan Ekaristi dan bahasa sehari-hari menggantikan bahasa Latin.

    Tanyalah kepada diri anda sendiri: Apakah tujuan dan justifikasi ‘pemusnahan’ Misa Tridentine dan penciptaan ‘Misa Novus Ordo’?

    Dalam artikel ini, saya tidak mendefinisikan Traditional Latin Mass mahupun Tridentine Mass. Apakah Traditional Latin Mass atau Tridentine? Ini satu isu lain yang perlu diberi penjelasan dalam artikel lain. Jika berminat, anda boleh merujuk: http://en.wikipedia.org/wiki/Tridentine_Mass. dan http://en.wikipedia.org/wiki/Pre-Tridentine_Mass.

    Pokok cerita di sini ialah kenapakah Gereja MENINDAS (SURPRESS) Misa Lama dan menggantikannya dengan Misa Novus Ordo? Kenapa para uskup dan paderi Novus Ordo kelihatan ‘membenci’ Misa Tridentine? Apakah tujuan dan justifikasi perubahan ini? Adakah Misa Lama membawa keburukan kepada umat? Adakah Misa Novus Ordo membawa banyak kebaikan kepada umat seperti : wanita tidak lagi memakai tutup kepala, pelayan wanita, wanita berpakaian menjolok mata, kanak-kanak bermain dan makan minum dalam Gereja, dewasa lelaki memakai selipar, umat bercerita, penyertaan umat yang lebih aktif (?), nyanyian yang lebih bising dan rancak serta berbunyi keduniawian, wanita mengajar dalam Gereja, umat tidak lagi diajar tentang Neraka, Dosa, Doktrin Gereja dsbnya, modernisme, dan banyak lagi. Adakah Misa Novus Ordo menghasilkan buah yang sihat?

    Daripada mana anda membuat kenyataan bahawa para paderi SSPX telah diekskomunikasi? Sila beri rujukan atau bukti. Jika berminat, sila layari http://www.sspx.org/ dan http://www.sspx.org/SSPX_FAQs/q11_abexcommunicated.htm serta http://sspx.agenda.tripod.com/id95.html.

    Deo Gratias.

  3. author

    Bukti bahawa uskup, Paderi dan Umat Katolik yang tergolong dalam Society of St Piux X (SSPX) adalah TIDAK TEREKSKOMUNIKASI. Kenyataan ini telah dikeluarkan oleh Presiden Ecclesia Dei Commission, Cardinal Hoyos dari German, Die Tagespost.

    http://cathcon.blogspot.com/2007/02/president-of-ecclesia-dei-commission.html
    http://colleenhammond.blogspot.com/2007/02/cardinal-hoyos-hopes-for-reconciliation.html

  4. ChRis wAReLLa

    SaYa Rasa saUdaRa DANIEL sendiri lah yaNg seDang tenggelam dalam dongEng yaNg diciPtaKan Mgr AnniBaLe BugNiNi….si kaniBaL,pencetus misa yang beraroma kental nuansa protestan dan selain itu misa yang baru dipenuhi oleh sesuatu yang sangat dipengaruhi pemikiran manusia yang so called MODERN.mgr FReemason tuh saudara DaNieL!!!!!…hahahaha EkskoMunikasi dari Paus YoHanes Paulus II untuk Mgr Lefebvre itu ILLICIT….TaMpakNya saUdara DaNieL sangat menikmati pola pikir LiBeRaLisme..dan tentunya sangat bahagia untuk ikut serta dalam sebuah misa yang notabene dirancang khusus untuk merontokkan gereja dari dalam

  5. Dear Daniel, please go here http://beatificvision.blogspot.com/2007/02/they-sspx-are-within-church.html
    to get Cardinal Castrilon Hoyos’ comment on the status of SSPX.

  6. nHjr7R Thank you for the material. Do you mind if I posted it in her blog, of course, with reference to your site?

  7. 10wPQi Excellent article, I will take note. Many thanks for the story!

  8. Rauha Paradise

    Salam Sejahtera semua,
    Saya ada tiga soalan,

    1. Bagaimana dengan kedudukan semasa Missa itu diadakan sama ada “Traditional Latin Mass” (TLM) atau “Misa Novus Ordo” (NO) itu dijalankan? Apakah persamaan dan perbezaan kedua-dua misa itu? Minta penjelasan.

    2. Menurut Gospel, Jesus Christ telah mengadakan Mass dengan para pengikutnya pada masa malam terakhir yang dikenali sebagai “Last Supper”. Persoalannya adalah, dalam Mass itu tidak terdapat pun tanda salib. Mengapa kita harus meletakkan tanda salib diatas altar semasa Mass? Jesus Christ tidak pernah melakukan dan mengajarkan hal tersebut. Mohon penjelasan.

    3. Menurut nas Alkitab ini : “Where two or three come together in my name, there am I in their midst.” (Mt. 18:20). Jesus Christ ada bersama dengan sesiapa sahaja yang berkumpul dalam nama-Nya. Mengapa kita perlukan tanda salib juga diletakkan atas meja atau altar? Sedangkan iman kita untuk percaya bahawa Jesus Christ itu ada bersama dengan kita lebih daripada salib itu sendiri.

    Terima Kasih.

    Respons:
    1. Misa NO diberi status sebagai ‘ordinary’ manakala TLM diberi status ‘extraordinary’. Ini bermaksud Misa NO diberi keutamaan sebagai Misa yang akan dirayakan oleh Gereja di seluruh dunia tetapi TLM boleh dirayakan tanpa apa-apa sekatan sama ada oleh mana-mana Uskup mahupun Paus sendiri. Jika ada permintaan daripada umat, Uskup ‘wajib’ mengadakan Misa TLM. [Dukacita kerana masih ramai Uskup yang ‘membenci’ TLM atas sebab-sebab tersendiri]. Misa TLM tidak pernah dikongkong atau disekat oleh mana-mana dikri Gereja atau Paus dan masih SAH (valid). Ada beberapa kelompok paderi seperti FSSP dan SSPX yang hanya merayakan TLM. Paderi jenis ini tidak merayakan Misa NO kecuali FSSP yang ‘dipaksa’ oleh Vatican supaya mereka juga merayakan Misa NO.
    Persama NO dengan TLM mungkin sekitar 20% sahaja kerana NO lebih mirip ‘misa’ Protestan (Lutheran) manakala TLM adalah 100% Katolik yang digunapakai selama 2000 tahun sejak zaman para Rasul dan juga para sangti. Untuk perbandingan yang terperinci (secara doktrinal), sila rujuk http://www.catholicapologetics.info/modernproblems/newmass/comparison.htm.

    2. Rujukan kita ialah Tradisi Suci dan Alkitab (termasuk Injil atau Gospel) walaupun sebenarnya Alkitab adalah sebahagian daripada Tradisi Suci. Tetapi Alkitab tidak mengandungi semua perkara atau ajaran yang disampaikan oleh Yesus mahupun oleh para Rasul. Gereja wujud lebih dahulu daripada Alkitab dan waktu ketiadaan Alkitab, Gereja mengajar secara lisan (Tradisi Suci) yang diwariskan turun temurun sehinggalah sekarang. Gereja meletakkan Crucifix di atas altar kerana mengikut Tradisi Suci. Crucifix melambangkan KORBAN Yesus yang disalibkan sehingga mati demi keselamatan jiwa semua orang yang percaya. Ini bermakna bahawa Misa merupakan KORBAN Yesus dan bukan suatu santapan seperti yang diertikan oleh umat Protestan. Di dalam Gospel juga Yesus tidak pernah menyebut konsep ‘Trinity’.

    3. Ayat Mt. 18:20 menunjukkan kehadiran Yesus secara spiritual (rohani) sahaja. Kita juga tahu bahawa Yesus berada di mana-mana kerana Yesus adalah Tuhan Allah yang Mahakuasa (Almighty). God is everywhere. Umat Protestan banyak menggunakan ayat ini untuk membuktikan bahawa kelompok mereka juga satu ‘gereja’ walaupun hakikatnya mereka tidak berautoriti untuk mendirikan gereja baharu.

    I hope I have answered your questions. Please let me know if you need further clarification. Thanks and God bless.




Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


  • Laman

  • Artikel Terkini

  • Artikel Popular

  • Kategori

  • Sila masukkan alamat e-mel anda untuk melanggan blog ini dan menerima pemberitahuan melalui e-mel apabila ada artikel baru diterbitkan.

    Join 50 other followers


%d bloggers like this: