Berpegang Kepada Tradisi Suci II

Soal mereka yang baru selesai mengikuti Misa setiap Ahad: Apakah Misa? Adakah perkataan pertama yang keluar dari mulut mereka ialah KORBAN? Tanyalah paderi anda sendiri: Apakah Misa? Adakah paderi akan berkata KORBAN? Tanyalah juga apakah maksud KORBAN daripada paderi dan juga umat lain. Jangan terkejut jika jawapan mereka mengecewakan anda.

Dokumen Institutio Generalis Missalis Romani atau General Instruction on the Roman Missal ada beberapa versi. Anda telah merujuk dokumen versi lain iaitu The General Instruction of the Roman Missal Fourth Edition, 27 March 1975. Saya telah membuat rujukan versi pertama iaitu versi 1969. Versi inilah yang digunapakai semasa Misa Novus Ordo mula-mula dicipta dan bukannya versi 1975.

Chapter 2:
“Let us begin with the definition of the Mass. In Article 7 of the General Instruction which precedes the New Order of Mass, we discover the following definition:

The Lord’s Supper or Mass is the sacred assembly or congregation of the people of God gathering together, with a priest presiding, to celebrate the memorial of the Lord. [3] For this reason Christ’s promise applies supremely to a local gathering together of the Church: “Where two or three come together in my name, there am I in their midst.” (Mt. 18:20)[4]

The definition of the Mass is thus reduced to a “supper,” a term which the General Instruction constantly repeats. [5] The Instruction further characterizes this “supper” as an assembly, presided over by a priest and held as a memorial of the Lord to recall what He did on Holy Thursday. None of this in the very least implies: …”

Gereja telah memperkemaskinikan GIRM tahun 1969 kepada 1975 dan sekarang 2003. Tetap Misa Novus Ordo tetap sama. Secara analogi, anda mempunyai sebuah kereta model baru tahun 1969 dengan buku panduannya 1969 tetapi kereta tersebut masih diguna pakai sehingga tahun 2007 tetapi Kilang Kereta telah memberi anda buku panduan baru yang telah dikemas kini edisi 2003. Keretanya tetap sama! Mempunyai buku panduan yang baru TIDAK AKAN MENGUBAH kereta tersebut. Kecacatan yang ada pada kereta tersebut tetap ada.

Misa pertama yang dimulakan oleh Tuhan Yesus mempunyai KAITAN RAPAT dengan Traditional Latin Mass iaitu Misa Tridentine DIDASARKAN kepada Misa Asal sedangkan Misa Novus Ordo didasarkan atas ciptaan manusia semata-mata. Tahukah anda bahawa Misa Novus Ordo dicipta (dimulakan) sekitar tahun 1965? Jika anda membuat perbezaan, anda tidak akan melihat ‘keserupaan’nya (resemblance atau likeness). Misa Novus Ordo JAUH MENYIMPANG daripada Misa Asal yang dimulakan oleh Tuhan Yesus sendiri sejak 2000 tahun yang lalu. Tidak kita nafikan Misa Tridentine juga mengalami perubahan minor tetapi CIRI KESERUPAAN tetap terpelihara kerana GEREJA tidak berkuasa untuk mengubah Misa Kudus yang dimulakan oleh Tuhan Yesus sendiri.

Apabila Paus Paul VI memperkenalkan Misa Novus Ordo, Gereja telah membuat langkah besar seolah-olah satu revolusi. Gereja menyimpang atau lari daripada Tradisi Suci apabila Misa Tridentine ‘DITUKAR’ dengan Misa Novus Ordo. Misa Tridentine bersifat APOSTOLIK (dapat dikesan akarnya dari zaman awal) tetapi Misa Novus Ordo merupakan ciptaan baru manusia semata-mata yang tidak berkenan di mata Tuhan.

Daripada definisi awal Misa Kudus (Novus Ordo), maka berlaku banyak perubahan. Susulan itu, Misa Novus Ordo lebih menekankan atau menumpukan pada

  1. Misteri Paska, The Lord’s Supper, santapan dan perhimpunan awam.
  2. Kebangkitan Yesus, keselamatan umum (universal salvation).
  3. Altar digantikan dengan meja dan relik para matir dimansuhkan,
  4. Banyak Salib ditanggalkan dan banyak altar tidak lagi mempunyai Salib. (Nota: Universal Salvation adalah doktrin sesat/heretical)
  5. Doa ‘Offertory’ diringkaskan. Perkataan dan doa yang menggambarkan atau menerangkan apakah Misa telah dihapuskan atau maksud menjadi kabur.
  6. Bahagian Suscipe semasa Offertory dan Placeat sebelum Pemberkatan telah ditiadakan.
  7. Lebih menekankan elemen naratif atau aspek sejarah tentang permulaan Ekaristi.
  8. Bahasa sehari-hari menggantikan bahasa Latin.

Tanyalah kepada diri anda sendiri: Apakah tujuan dan justifikasi ‘pemusnahan’ Misa Tridentine dan penciptaan ‘Misa Novus Ordo’?

Dalam artikel ini, saya tidak mendefinisikan Traditional Latin Mass mahupun Tridentine Mass. Apakah Traditional Latin Mass atau Tridentine? Ini satu isu lain yang perlu diberi penjelasan dalam artikel lain. Jika berminat, anda boleh merujuk: http://en.wikipedia.org/wiki/Tridentine_Mass. dan http://en.wikipedia.org/wiki/Pre-Tridentine_Mass.

Pokok cerita di sini ialah kenapakah Gereja MENINDAS (SURPRESS) Misa Lama dan menggantikannya dengan Misa Novus Ordo? Kenapa para uskup dan paderi Novus Ordo kelihatan ‘membenci’ Misa Tridentine? Apakah tujuan dan justifikasi perubahan ini? Adakah Misa Lama membawa keburukan kepada umat? Adakah Misa Novus Ordo membawa banyak kebaikan kepada umat seperti : wanita tidak lagi memakai tutup kepala, pelayan wanita, wanita berpakaian menjolok mata, kanak-kanak bermain dan makan minum dalam Gereja, dewasa lelaki memakai selipar, umat bercerita, penyertaan umat yang lebih aktif (?), nyanyian yang lebih bising dan rancak serta berbunyi keduniawian, wanita mengajar dalam Gereja, umat tidak lagi diajar tentang Neraka, Dosa, Doktrin Gereja dsbnya, modernisme, dan banyak lagi. Adakah Misa Novus Ordo menghasilkan buah yang sihat?

Daripada mana anda membuat kenyataan bahawa para paderi SSPX telah diekskomunikasi? Sila beri rujukan atau bukti. Jika berminat, sila layari http://www.sspx.org/SSPX_FAQs/q11_abexcommunicated.htm serta http://sspx.agenda.tripod.com/id95.html.

Deo Gratias.


  1. Daniel

    Pertama, Anda salah saya tidak merujuk kepada versi 1975 tetapi kepada versi 2000 (bukan 2003 karena disahkan pada Kamis Putih 2000 dan berlaku efektif sejak 22 Maret 2002) yang merupakan versi yang berlaku sekarang.

    Saya tidak menemukan General Isntruction yang tahun 1969 secara online, dan dengan begitu belum bisa memastikan kebenaran kutipan Anda.

    Tapi kalau Anda benar, hal itu memang cukup mengecewakan tapi juga bukan masalah yang terlalu besar karena dalam doa-doa Misa nya tetap saja gagasan Misa sebagai kurban berkali-kali muncul. Lagipula dalam banyak dokumennya yang lain Gereja pun sudah menegaskan dengan sejelas dan setegas mungkin bahwa Misa pertama-tama adalah suatu kurban.

    Kedua, klaim Anda bahwa Tridentine didasarkan pada Misa pertama Tuhan Yesus dan didasarkan pada Misa asal, maka hal yang sama juga berlaku pada Novus Ordo.

    Novus Ordo memang berasal dari tahun 60 an, dan Tridentine berasal dari paling tidak masa Paus Gregorius Agung dan kemudian dikodifikasi dan diedit ulang oleh St. Pius V.

    Misa awal Tuhan Yesus adalah Misa berbahasa Aram Dia sudah pasti tidak memakai Doa offertory ala Tridentine, Kanon Romawi, Placeat, dst.

    Misa Gereja Awal (termasuk Ritus Latin) dipersembahkan dalam bahasa Yunani. Saya sudah meminta Anda membandingkan antara kesaksian St. Yustinus dan St. Hipolitus mengenai Misa pada masa mereka dengan Misa Tridentine. Sudahkah dilakukan?

    Baik Tridentine dan Novus Ordo keduanya adalah sama dan serupa, perbedaan hanyalah muncul dari segi teknis. Anda boleh saja merasa bahwa Tridentine lebih baik dalam hal mutu teksnya, rubriknya, dst tapi keduanya adalah kurban yang satu dan sama, Kurban Kristus sendiri.

    Tujuan dari pengadaan Novus Ordo harusnya jangan Anda tanyakan kepada saya tetapi silakan ditanyakan kepada Paus Paulus VI sendiri. Dan beliau pun telah menjawab:
    One ought not to think, however, that this revision of the Roman Missal has been improvident. The progress that the liturgical sciences has accomplished in the last four centuries has, without a doubt, prepared the way. After the Council of Trent, the study “of ancient manuscripts of the Vatican library and of others gathered elsewhere,” as Our predecessor, St. Pius V, indicates in the Apostolic Constitution Quo primum, has greatly helped for the revision of the Roman Missal. Since then, however, more ancient liturgical sources have been discovered and published and at the same time liturgical formulas of the Oriental Church have become better known. Many wish that the riches, both doctrinal and spiritual, might not be hidden in the darkness of the libraries, but on the contrary might be brought into the light to illumine and nourish the spirits and souls of Christians.

  2. author

    GIRM versi 2003 boleh dirujuk daripada http://www.ourladyswarriors.org/liturgy/girm2003.htm

    GIRM versi 1969 boleh dibaca daripada buku karanagan Michael Davies yang bertajuk Pope Paul’s New Mass.

    Saya memetik semula pernyataan anda: “Baik Tridentine dan Novus Ordo keduanya adalah sama dan serupa, perbedaan hanyalah muncul dari segi teknis. Anda boleh saja merasa bahwa Tridentine lebih baik dalam hal mutu teksnya, rubriknya, dst tapi keduanya adalah kurban yang satu dan sama, Kurban Kristus sendiri.”

    Saya tidak faham bagaimana anda boleh membuat kesimpulan bahawa Misa Tridentine adalah SAMA dan SERUPA dengan Misa Novus Ordo sedangkan anda telah mengakui bahawa kedua-duanya AMAT BERBEZA dari segi teks, rubrik dan juga rupa altarnya. Tidakkah anda ketahui bahawa CARA kita berdoa (dan menyembah Allah) menggambarkan KEPERCAYAAN atau IMAN kita.

    Misa Tridentine mengukuhkan lagi IMAN umat Katolik tetapi Misa Novus Ordo mampu menjejaskan atau memesongkan IMAN umat terutama generasi baru kerana ciri-ciri Misa Novus Ordo yang penuh dengan kekaburan (ambiguous).

    Sebagai contoh:
    Dalam Misa Tridentine, semasa mengagihkan Komuni, paderi berkata, “May the Body of Our Lord Jesus Christ preserve your soul unto life everlasting, Amen.” tetapi dalam Misa Novus Ordo, paderi atau pembantunya hanya mengucap, “The Body of Christ” – tanpa memperjelaskan sama ada frasa ini merujuk kepada Hos atau kepada penerima (umat). Bagi umat generasi lama, tentu mudah untuk mereka fahami tetapi bagi generasi muda (baru) atau golongan Protestan, frasa “Tubuh Kristus” boleh membawa makna si Penerima (kerana setiap umat adalah sebahagian daripada Tubuh Kristus). Jika ini yang berlaku maka doktrin Katolik semakin terhakis. Ditambah pula penerima menyambut secara BERDIRI dan menggunakan TANGAN seperti kebiasaan umat Protestan (yang menolak doktrin TRANSUBSTANTIATE). Seorang umat Katolik akan berlutut apabila bersemuka dengan Yesus dan menyambut dengan lidah kerana hanya tangan paderi yang telah diurapi boleh menyentuh Tubuh Kristus. Jelas di sini bahawa perbezaan bukan sekadar teknikal sahaja (teks dan rubrik), TETAPI juga melibatkan IMAN.
    (Perbezaan antara Misa Tridentine dan Novus Ordo akan dikupas dengan mendalam dalam artikel yang lain).

    Pope Paul VI tidak dapat menjelaskan justifikasi penciptaan Misa Novus Ordo. Ia hanya memberi satu pernyataan yang kabur (ambiguous). Dari awal, terbukti (daripada GIRM 1969) bahawa Pope Paul VI memiliki niat ‘jahat’ untuk menghapuskan ciri Korban dalam Misa Kudus agar Misa Novus Ordo dapat diterima pakai oleh umat Protestan yang tidak mempercayai Korban Yesus semasa Misa Kudus.

  3. Hi Daniel,

    One of the reasons Traditionalists are wary of the Novus Ordo is because the main architect was a ARchbishop Annabale Bugnini, a suspected freemason, who was demoted to Teheran by Pope Paul VI after a dossier was presented with evidence pointing to his affiliation with Freemasonry. Unfortunately, his new mass was approved before his demotion. It was a case of locking the stabledoor after the horse has bolted. Bugnini had also collaborated with 6 protestant ministers in the design of the new mass, to ensure that the product would not be offensive to protestant. As such, protestant ministers have gone on record saying that there is nothing in the new mass which prevents a protestant from using them himself in a protestant service. How can something that was engineered by protestants retain its catholicity?

    Also, please read Cardinal Ratzinger’s comment on the liturgy. The current pope wrote more than a decade ago that “The CRISIS in the church is largely due to the DISINTEGRATION of the LITURGY’. Which is why Pope Benedict regularly says the Tridentine mass, and why there are plans afoot to ‘free’ the Tridentine mass so that it can be freely said by any priest.

  4. author

    Thank you, Joyce. I hope Daniel will re-consider his position (stand) regarding this matter and whether the ‘sacrifice’ offered to God through the Novus Ordo Mass is truly pleasing and acceptable to God.




Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


  • Laman

  • Artikel Terkini

  • Artikel Popular

  • Kategori

  • Sila masukkan alamat e-mel anda untuk melanggan blog ini dan menerima pemberitahuan melalui e-mel apabila ada artikel baru diterbitkan.

    Join 50 other followers


%d bloggers like this: