Setia Kepada Paus

Apakah pendapat anda tentang seorang Kardinal Katolik bangsa Itali yang bernama Cardinal Carlo Maria Martini yang menentang tindakan Paus Benedict XVI yang membenarkan Misa Latin Traditional dirayakan tanpa sebarang halangan? Anda boleh membacanya sendiri daripada artikel yang bertajuk Cardinal speaks out against Latin mass yang disiarkan di laman web ABC News.

Cardinal Carlo Maria Martini berkata “A bishop cannot ask his priests to satisfy all individual demands” yang bermaksud “seseorang biskop tidak boleh meminta paderinya memuaskan kehendak semua individu”. Apakah pemahaman Cardinal Martini tentang Misa Latin Traditional sehingga beliau berkata demikian? Hukum tertinggi Gereja ialah keselamatan jiwa-jiwa. Misa Latin Traditional bukan bermaksud ‘memuaskan hati individu’. Ia bukan suatu ‘hiburan’ yang dapat memuaskan kehendak seseorang umat. Apakah Misa Latin Traditional? Jika seseorang Katolik mengerti secara mendalam Misa Latin Traditional, tentunya dia tidak akan berkata demikian.

Cardinal Martini yang berumur 80 tahun juga mempertahankan reformasi Vatican II dengan berkata bahawa Konsili Vatican II telah mengambil satu langkah yang besar ke arah memahami liturgi. Persoalannya sekarang, adakah benar Vatican II merumuskan bahawa Misa harus dirayakan dalam bahasa ibunda? Benarkah umat Katolik sekarang lebih ‘memahami’ Misa Kudus apabila Misa Novus Ordo dirayakan dalam bahasa ibunda? Untuk menjawab soalan ini, tanyakanlah kepada diri sendiri (dan juga orang lain) soalan ini: Apakah Misa?

Kita juga perlu ajukan soalan kepada Cardinal Martini kenapa Misa Novus Ordo diperkenalkan dan menggantikan Misa Latin Traditional? Apakah ‘kelemahan’ Misa Latin Traditional? Apakah sebenarnya tujuan Misa Novus Ordo direkacipta pada tahun 1970?

Pengalaman peribadi saya apabila menghadiri Misa Latin Traditional ialah saya lebih memahami perayaan Misa walaupun dalam bahasa Latin sedangkan apabila saya merenung kembali Misa Novus Ordo yang saya telah hadiri sejak 35 tahun yang lalu, jelas saya sebenarnya tidak memahami Misa Novus Ordo walaupun dirayakan dalam bahasa ibunda! Kenapakah perkara ini berlaku? Salah satu sebabnya ialah dalam Misa Latin Traditional, semua ajaran, doktrin dan dan dogma Katolik diekrpresikan secara eksternal sedangkan Misa Novus Ordo lebih mirip menyerupai ‘misa’ Protestan.

Jika saya tidak silap, Cardinal Martini juga mempunyai pegangan yang bukan Katolik tentang hal kekeluargaan (merancang keluarga), penggunaan kondom dan euthanasia.

Semoga Tuhan Tritunggal Mahakudus mengasihani kita semua.

Jesus, Mary & Joseph.


  1. pietro

    tuhan tahu mana yang benar dan mana yang jahat.Maka jika kita percaya bahwa sesuatu yang baik itu berasal dari Allah maka itukah kebenaran dan jangan lakukan apa yang menjadi keinginan hati.

  2. Adakah sdr/i Pietro ‘tahu’ mana yang benar dan mana yang menjahanamkan keselamatan jiwa umat Katolik? Bagaimana seseorang umat bisa mengetahui bahawa sesuatu itu ‘baik’ dan sesuatu itu datangnya dari Tuhan?

    Sdr/i Pietro melarang perbuatan yang datangnya dari keinginan hati tetapi adakah bagaimana kita tahu keinginan hati itu ‘salah’? Dan jika apa yang datang dari hati itu ‘salah’ kenapa pula sdr/i Pietro banyak mengeluarkan pendapat peribadi dari hati dan bukannya dirujuk dari Katekismus Katolik atau dari Alkitab?

  3. Alexander

    Kami mengundang Anda hadir pada Misa berbahasa Latin di Kapel Gereja St.Yoseph Matraman setiap Minggu I awal bulan pukul 11 siang. Misa berikutnya kami akan adakan pada tanggal 4 November 2007. Misa menggunakan tata perayaan ekaristi Novus Ordo

    Jawapan:
    Terima kasih di atas jemputan itu tetapi lokasinya terlalu jauh untuk dikunjungi. Untuk pengetahuan sdr/i, Saya tidak lagi sudi menghadiri Misa Novus Ordo. Misa Novus Ordo yang dirayakan dalam bentuk yang asal tanpa modifikasi, dianggap sah (valid) tetapi ia ‘membahayakan’ iman Katolik kerana Misa Novus Ordo gagal untuk memaparkan secara terang akan iman Katolik kepada umat yang merayakannya.

    Di tempat saya sendiri, Misa Novus Ordo dirayakan dengan modifikasi seperti:

    1. formula konsekrasi ‘banyak’ telah ditukar menjadi ‘semua’
    2. pelayanan wanita seperti puteri altar, pelayan Komuni perempuan, pembaca perempuan, katekis perempuan, wanita mengajar dalam Gereja dsbnya
    3. wanita tidak lagi memakai tutup kepala, berpakaian ketat dan seksi
    4. penyambutan komuni dengan tangan dan berdiri
    5. penggunaan alat musik yang moden seperti gitar, dram, speaker besar menjadi suasana menjadi amat bising
    6. bentuk hymn yang bersifat duniawi seperti joget, pop, dsbnya
    7. penggunaan bahasa tempatan yang menyebabkan kelompok umat yang dipisahkan berdasarkan bahasa masing-masing
    8. tabernakel tidak lagi diletakkan di tengah-tengah Gereja menyebabkan suasana menjadi seperti kedai kopi (umat bising bercerita, anak-anak berlarian dsbnya)

    dan banyak lagi tatalaku yang mendukacitakan umat seperti saya.

    Dengan adanya motu propio Summorum Pontificum, diharapkan lebih ramai umat Katolik didedahkan kepada Misa Latin Traditional (Tridentine Mass) yang 100% Katolik. Saya mencadangkan kepada saudara/i supaya Kapel Gereja St.Yoseph Matraman merayakan Misa Latin Traditional dan bukannya Misa Latin Novus Ordo.




Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


  • Laman

  • Artikel Terkini

  • Artikel Popular

  • Kategori

  • Sila masukkan alamat e-mel anda untuk melanggan blog ini dan menerima pemberitahuan melalui e-mel apabila ada artikel baru diterbitkan.

    Join 50 other followers


%d bloggers like this: